Senin, 17 Oktober 2011

LESTARIKAN HUTAN KITA


Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan akibat ulah tangan manusia, karenanya Alloh menimpakan sebahagian azab akibat perbuatan mereka, mudah-mudahan mereka sadar dan mau kembali ke jalan yang benar “             (Q.S Annur 44)

Menurunnya kualitas dan kuantitas air di Kabupaten Cianjur, yang diikuti oleh efek negatif disegala bidang merupakan ancaman serius bagi kehidupan, gagal panen, bibit penyakit, fluktuasi suhu udara dan debet air yang tinggi, perubahan musim yang tidak menentu, banjir dikala hujan, kekeringan dikala kemarau, sulitnya lapangan kerja hingga maraknya kejahatan merupakan indikator rusaknya lingkungan.
Sungai dan hutan dalam kontek peran dan fungsinya merupakan dua unsur lingkungan yang paling berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan manusia karena Sungai dan Hutan merupakan penyimpan dan pendistribusian air secara alami sedangkan air memiliki fungsi sangat vital bagi  kehidupan, tak ada makhluk hidup yang mampu bertahan hidup tanpa adanya air oleh karena itu peran dan fungsi air tidak dapat diganti dengan barang apapun walau dengan barang yang paling mahal harganya.
Rusaknya stabilitas air baik kualitas, kontinyuitas keberadaannya maupun fluktuasi debet air antara musim hujan dan musim kemarau yang terlalu tinggi merupakan mala petaka yang sangat menghawatirkan.
Isu utama yang mengakibatkan rusaknya stabilitas air adalah alih fungsi hutan dan sungai, ”Hutan” yang semestinya menjadi penyimpan dan pengatur air yang alami dan permanent, namun karena adanya interpensi manusia yang didominasi oleh kepentingan sesaat dan kurang peduli terhadap keseimbangan lingkungan, beralih fungsilah menjadi perkebunan, pesawahan, maupun pemukiman sehingga mengakibatkan kehancuran disegala bidang seperti banjir, longsor,  kekeringan, bibit penyakit, gagal panen, pengangguran hingga maraknya kejahatan, “Sungai yang semestinya menjadi sistem pendistribusian air baku untuk kebutuhan masyarakat, beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah baik bersekala industri maupun domistik, akibatnya kualitas air menjadi rusak polusi air, tanah dan udara sangat tinggi bibit penyakit semakin meningkat, biaya  hidup semakin tinggi, dan banyak lagi akibat yang lainnya.
Atas dasar itulah maka kami berinisiatif membentuk sebuah wadah koordinasi, konsultasi  dan komunikasi yang menamakan diri SEKARWANGI, akan tetapi Sekarwangi dengan serba keterbatasannya sudah barang tentu tidak dapat membuktikan peran dan fungsinya secara optimal jika tidak didukung oleh peran serta semua pihak, karena perbaikan, pemeliharaan dan pelestarian lingkungan merupakan kewajiban kita semua selaku pengguna lingkungan baik masyarakat wilayah hulu sebagai produsen ketersediaan air maupun masyarakat wilayah hilir sebagai pengguna air, oleh karena itu partisipasi semua pihak sangat  kami harapkan.

Tidak ada komentar: